Feed on
Tulisan
Komentar

beberapa hari ini aku bener2 kelaperan…
well, buat yg tau gimana kebiasaan makanku, pasti sedikit heran… bagaimana mungkin seorang nanin yg dikit2 laper, tiap 2-3 jam makan, kok bisa kelaperan…

sebenernya, sejak 3 hari yg lalu, ada sesuatu yg muncul di salah satu bagian mulutku…
kata orang ini namanya “gigi bungsu“, istilah kerennya “wisdom teeth“, gigi di geraham belakang yang tumbuh belakangan pas manusia lagi menginjak usia 18-25 taon.

alhasil, aku yg dikit cerewet ini jadi agak pendiem & makannya jd dikit… padahal laper banget… hikz.. hikz…

kapan hari ke dokter gigi (dokternya masi muda, cantik lagi… hmm… :P ), dia bilang gigi bungsuku itu masi dalam masa tumbuh, baru keluar dikit dari gusi, jd (istilahnya si dokter itu) “agak susah”.

agak susah itu maxudnya:

1. gigi ini emang wajar bikin sakit setengah hidup, karna dia tu kan tumbuhnya trakir2, space mulut kita untuk yg 1 ini dah ga cukup, jadi dia ndusel di belakang gigi2 geraham yg laen, akibatnya kadang dia tumbuh di miring, kadang ampe akarnya masuk2 ke daerah tempat nelan makanan… jadi ya, gitu de… :P

2. gigi ini lom bisa dicabut, karna masi di dlm gusi baru ngintip2 dikit, kalopun bisa harus pake operasi kecil, gusinya dibuka, uratnya ada yg dipotong, baru giginya dikeluarin (dokternya ceita panjang lebar sih, tapi aku nangkepnya kira2 gitu de… serem…)

3. benernya ada cara laen, yaitu mencabut gigi di sebelahnya, kan sakitnya karna gigi bungsu ga punya space, kalo gigi sebelahnya dicabut jadi hopefully ga sakit lagi, tapi si dokter menyarankan aku roentgen dl buat liat posisi gigi bungsu ini gimana, kalo urat2nya kena ke geraham sebelahnya, agak bahaya juga cabutnya, lagian sapa tau sakitnya bukan karna nyenggol tetangganya, tapi karna uratnya yg masuk ke daerah yang harusnya bukan buat tumbuhnya gigi, dah rugi ilang 1 geraham sehat dunk… :P

4. karna aku sekarang lagi terdampar di tengah hutan dengan rumah sakit yang tidak cukup memadai untuk operasi se-”kecil” itu, ya cuma bisa dikasi pain-killer yang harus diminum tiap kali kerasa sakit, soalnya nie gigi benernya bukan penyakit jadi ga ada obatnya.

5. gigi ini tumbuh agak lama, sekitar seminggu lebih, jadi ya… yang sabar ya nak nanin… yang rajin aja minum pain-killernya… :(

hmmmmm…..
pak Meggy Z., kayaknya harus ada revisi…
“…lebih baik sakit hati, daripada sakit gigi…”
sakit hati masi bisa makan (orang aku kalo ngambek jd rakus banget hihi…), sakit gigi ga bisa makan, kelaperan, matinya lebih cepet… huaaaaaaa…. :(

hurt

Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were but I walked away
If only I knew what I know today

I would hold you in my arms
I would take the pain away
Thank you for all you’ve done
Forgive all your mistakes
There’s nothing I wouldn’t do
To hear your voice again
Sometimes I want to call you but I know you won’t be there

I’m sorry for blaming you for everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself by hurting you
Some days I feel broke inside but I won’t admit
Sometimes I just want to hide ’cause it’s you I miss
You know it’s so hard to say goodbye when it comes to this

Would you tell me I was wrong?
Would you help me understand?
Are you looking down upon me?
Are you proud of who I am?
There’s nothing I wouldn’t do
To have just one more chance
To look into your eyes and see you looking back

I’m sorry for blaming you for everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself
If I had just one more day, I would tell you how much that
I’ve missed you since you’ve been away

Oh, it’s dangerous
It’s so out of line to try to turn back time

I’m sorry for blaming you for everything I just couldn’t do
And I’ve hurt myself

By hurting you

tadi mlm aku mimpi paling aneh sedunia…
jadi ceritanya aku tuw masi sma, trus ikut pengen ikut paduan suara (i have no idea how on earth i could think of such thing :P), anyway di ceritanya mimpiku ini, untuk bisa ikut paduan suara aku harus dah pernah ikut paduan suara sebelumnya ato at least dah punya basic kemampuan vokal, karna nie paduan suara kan dah terkenal bagus, jadi seleksinya bener2 diperketat.

ceritanya neh (kenyataannya juga) aku ga bisa nyanyi, cuma pengen aja, jadilah aku nekat daftar dan ikut semacam audisi. aku boong aja bilang bisa nyanyi, jadi suaraku aku buat sedemikian rupa sehingga si penyeleksinya percaya. eh ternyata walopun dah latian ngebagusin suara, suara yang kluar pas audisi ancur banget… trus aku yang dimarah2in ama pelatihnya (entah gimana pelatihnya jadi mbak Bertha, AFI banget dah… hihihi…). tamat.

pernah ga sih kalo mimpi, kalo bangun tidur dah lupa ama mimpi yang kita dapet? tapi mimpi yang ini bener2 kerasa banget nyatanya, kayak bener2 kejadian tadi mlm, palagi pas mbak Bertha malu2in aku di depan peserta2 seleksi laennya (sori mbak, bukan bermaxud mencemarkan nama baek). uh… apa mimpi ini ada artinya? ato karna saking jeleknya suaraku jadi ampe kebawa mimpi? hahaha…

mencuri cerita orang

Diambil dari postingan ini

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar. Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini. Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun. Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Kami sama-sama bernasib “guru” yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa. Yang membedakan sangat mencolok antara saya dan Mas Ajy adalah sikap hidupnya yang amat berbudi. Darinya saya tahu hakikat nilai di balik materi. Penghasilannya sebulan sebagai guru kontrak tidak logis untuk membiayai seorang isteri dan dua orang putra-putrinya . Dia juga masih memiliki tanggungan seorang adik yang harus dihantarkannya hingga selesai SMA. Sering pula Mas Ajy menggenapi belanja kedua ibu bapaknya yang tak lagi berpenghasilan. Menurutnya, hitungan matematika gajinya barulah bisa mencukupi untuk hidup sederhana apabila gajinya dikalikan 3 kali dari jumlah yang diterimanya. “Tapi, hidup kita tidak seluruhnya matematika dan angka-angka . Ada dimensi non matematis dan di luar angka-angka logis.” “Maksud Mas Ajy gimana, aku nggak ngerti?” “Ya, kalau kita hanya tertuju pada gaji, kita akan menjadi orang pelit. Individualis. Bahkan bisa jadi tamak, loba . Karena berapapun sebenarnya nilai gaji setiap orang, dia tidak akan pernah merasa cukup. Lalu dia akan berkata, bagaimana mau sedekah, untuk kita saja kurang.” “Kenyataannya memang begitu kan Mas?”, kata saya mengiayakan. “Mana mungkin dengan gaji sebesar itu, kita bisa hidup tenang, bisa sedekah. Bisa berbagi. ” Saya mencoba menegaskan pernyataan awalnya. “Ya, karena kita masih menggunakan pola pikir matematis. Cobalah keluar dari medium itu. Oke, sakarang jawab pertanyaan saya. Kita punya uang sepuluh ribu. Makan bakso enam ribu. Es campur tiga ribu. Yang seribu kita berikan pada pengemis, berapa sisa uang kita?” “Tidak ada. Habis.” jawab saya spontan. “Tapi saya jawab masih ada. Kita masih memiliki sisa seribu rupiah. Dan seribu rupiah itu abadi. Bahkan memancing rezeki yang tidak terduga.” Saya mencoba mencerna lebih dalam penjelasannya. Saya agak tercenung pada jawaban pasti yang dilontarkannya. Bagaimana mungkin masih tersisa uang seribu rupiah? Dari mana sisanya? “Mas, bagaimana bisa. Uang yang terakhir seribu rupiah itu, kan sudah diberikan pada pengemis “, saya tak sabar untuk mendapat jawabannya. “Ya memang habis, karena kita masih memakai logika matematis. Tapi cobalah tinggalkan pola pikir itu dan beralihlah pada logika sedekah. Uang yang seribu itu dinikmati pengemis. Jangan salah, bisa jadi puluhan lontaran doa’ keberkahan untuk kita keluar dari mulut pengemis itu atas pemberian kita. Itu baru satu pengemis. Bagaimana jika kita memberikannya lebih. Itu dicatat malaikat dan didengar Allah. Itu menjadi sedekah kita pada Allah dan menjadi penolong di akhirat. Sesungguhnya yang seribu itulah milik kita. Yang abadi. Sementara nilai bakso dan es campur itu, ujung-ujungnya masuk WC.” Subhanallah. Saya hanya terpaku mendapat jawaban yang dilontarkannya. Sebegitu dalam penghayatannya atas sedekah melalui contoh kecil yang hidup di tengah-tengah kita yang sering terlupakan. Sedekah memang berat. Sedekah menurutnya hanya sanggup dilakukan oleh orang yang telah merasa cukup, bukan orang kaya. Orang yang berlimpah harta tapi tidak mau sedekah, hakikatnya sebagai orang miskin sebab ia merasa masih kurang serta sayang untuk memberi dan berbagi. Penekanan arti keberkahan sedekah diutarakannya lebih panjang melalui pola hubungan anak dan orang tua. Dalam obrolannya, Mas Ajy seperti ingin menggarisbawahi, bahwa berapapun nilai yang kita keluarkan untuk mencukupi kebutuhan orang tua, belum bisa membayar lunas jasa-jasanya. Air susunya, dekapannya, buaiannya, kecupan sayangnya dan sejagat haru biru perasaanya. Tetapi di saat bersamaan, semakin banyak nilai yang dibayar untuk itu, Allah akan menggantinya berlipat-lipat. “Terus, gimana caranya Mas, agar bisa menyeimbangkan nilai metematis dengan dimensi sedekah itu?”. “Pertama, ingat, sedekah tidak akan membuat orang jadi miskin, tapi sebaliknya menjadikan ia kaya. Kedua, jangan terikat dengan keterbatasan gaji, tapi percayalah pada keluasan rizki. Ketiga, lihatlah ke bawah, jangan lihat ke atas. Dan yang terakhir, padukanlah nilai qona’ah, ridha dan syukur”. Saya semakin tertegun Dalam hati kecil, saya meraba semua garis hidup yang telah saya habiskan. Terlalu jauh jarak saya dengan Mas Ajy. Terlalu kerdil selama ini pandangan saya tentang materi. Ada keterbungkaman yang lama saya rasakan di dada. Seolah-oleh semua penjelasan yang dilontarkannya menutup rapat egoisme kecongkakan saya dan membukakan perlahan-lahan kesadaran batin yang telah lama diabaikan. Ya Allah saya mendapatkan satu untai mutiara melalui pertemuan ini. Saya ingin segera pulang dan mencari butir-butir mutiara lain yang masih berserak dan belum sempat saya kumpulkan. *** Sepulang berjamaah saya membuka kembali Al-Qur’an. Telah beberapa waktu saya acuhkan. Ada getaran seolah menarik saya untuk meraih dan membukanya. Spontan saya buka sekenanya. Saya terperanjat, sedetik saya ingat Mas Ajy. Allah mengingatkan saya kembali: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Terjemah QS. Al-Baqarah [2] 261)

aku ga sehat???

baru dapat email dari seorang manager quality, safety, health and environment di kantor: tips sehat.

Answer the phone by LEFT ear.
ok lah, emang jarang kok :)

Do not drink coffee more then TWICE a day.
waduh, kopi kan enak. palagi kalo pake creamer, dikasi mocca dikit, the best lah…

Do not take pills with COLD water.
justru disitu rasa segernya pak… :P

Do not have HUGE meals after 5pm.
bahaya neh, itu kan sesinya nonton tv sambil nyamil sepanjang masa…

Reduce the amount of OILY food you consume.
gorengan… gorengan… pake petis, cabe ijo… haruskah kuucapkan selamat tinggal? hiks…

Drink more WATER in the morning, less at night.
aman… malem aku lebih banyak makannya kok daripada minum..

Keep your distance from hand phone CHARGERS.
aku taro di tas, tasnya ditaro laci di dlm lemari, lemarinya dikunci juga kok… aku sehat berarti yah? :P

Do not use headphones for LONG period of time.
kan 1 detik cuma 0.0000000001 rupiah… :P

Best sleeping time is from 10pm at night to 6am in the morning.
kalo filmnya bagus ampe jam 12 boleh yah bobok agak maleman? pliisss…

Do not lay down immediately after taking medicine or before sleeping.
jadi karna itu selama ini obat2ku ga manjur? hmmm…

When battery is down to the LAST grid/bar, do not answer the phone as the radiation is 1000 times.
heh? sapa mo nelp 1000 kali?

Older Posts »